Profil Perusahaan
Sebagai lokomotif perekonomian bangsa Pertamina merupakan perusahaan milik negara yang bergerak di bidang energi meliputi minyak, gas serta energi baru dan terbarukan.Pertamina menjalankan kegiatan bisnisnya berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola korporasi yang baik sehingga dapat berdaya saing yang tinggi di dalam era globalisasi.
Dengan pengalaman lebih dari 56 tahun, Pertamina semakin percaya diri untuk berkomitmen menjalankan kegiatan bisnisnya secara profesional dan penguasaan teknis yang tinggi mulai dari kegiatan hulu sampai hilir.Berorientasi pada kepentingan pelanggan juga merupakan suatu hal yang menjadi komitmen Pertamina,agar dapat berperan dalam memberikan nilai tambah bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.
Upaya perbaikan dan inovasi sesuai tuntutan kondisi global merupakan salah satu komitmen Pertamina dalam setiap kiprahnya menjalankan peran strategis dalam perekonomian nasional. Semangat terbarukan yang dicanangkan saat ini merupakan salah satu bukti komitmen Pertamina dalam menciptakan alternatif baru dalam penyediaan sumber energi yang lebih efisien dan berkelanjutan serta berwawasan lingkungan. Dengan inisatif dalam memanfaatkan sumber daya dan potensi yang dimiliki untuk mendapatkan sumber energi baru dan terbarukan di samping bisnis utama yang saat ini dijalankannya, Pertamina bergerak maju dengan mantap untuk mewujudkan visi perusahaan, Menjadi Perusahaan Energi Nasional Kelas Dunia.
Mendukung visi tersebut, Pertamina menetapkan strategi jangka panjang perusahaan, yaitu “Aggressive in Upstream, Profitable in Downstream”, dimana Perusahaan berupaya untuk melakukan ekspansi bisnis hulu dan menjadikan bisnis sektor hilir migas menjadi lebih efisien dan menguntungkan.
Pertamina menggunakan landasan yang kokoh dalam melaksanakan kiprahnya untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan dengan menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang sesuai dengan standar global best practice, serta dengan mengusung tata nilai korporat yang telah dimiliki dan dipahami oleh seluruh unsur perusahaan, yaitu Clean, Competitive, Confident, Customer-focused, Commercial dan Capable. Seiring dengan itu Pertamina juga senantiasa menjalankan program sosial dan lingkungannya secara terprogram dan terstruktur, sebagai perwujudan dari kepedulian serta tanggung jawab perusahaan terhadap seluruh stakeholder-nya.
Sejak didirikan pada 10 Desember 1957, Pertamina menyelenggarakan usaha minyak dan gas bumi di sektor hulu hingga hilir. Bisnis sektor hulu Pertamina yang dilaksanakan di beberapa wilayah di Indonesia dan luar negeri meliputi kegiatan di bidang-bidang eksplorasi, produksi, serta transmisi minyak dan gas. Untuk mendukung kegiatan eksplorasi dan produksi tersebut, Pertamina juga menekuni bisnis jasa teknologi dan pengeboran, serta aktivitas lainnya yang terdiri atas pengembangan energi panas bumi dan Coal Bed Methane (CBM). Dalam pengusahaan migas baik di dalam dan luar negeri, Pertamina beroperasi baik secara independen maupun melalui beberapa pola kerja sama dengan mitra kerja yaitu Kerja Sama Operasi (KSO), Joint Operation Body (JOB), Technical Assistance Contract (TAC), Indonesia Participating/ Pertamina Participating Interest (IP/PPI), dan Badan Operasi Bersama (BOB).
Aktivitas eksplorasi dan produksi panas bumi oleh Pertamina sepenuhnya dilakukan di dalam negeri dan ditujukan untuk mendukung program pemerintah menyediakan 10.000 Mega Watt (MW) listrik tahap kedua. Di samping itu Pertamina mengembangkan CBM atau juga dikenal dengan gas metana batubara (GMB) dalam rangka mendukung program diversifikasi sumber energi serta peningkatan pasokan gas nasional pemerintah.
Potensi cadangan gas metana Indonesia yang besar dikelola secara serius yang dimana saat ini Pertamina telah memiliki 6 Production Sharing Contract (PSC)-CBM.
Sektor hilir Pertamina meliputi kegiatan pengolahan minyak mentah, pemasaran dan niaga produk hasil minyak, gas dan petrokimia, dan bisnis perkapalan terkait untuk pendistribusian produk Perusahaan. Kegiatan pengolahan terdiri dari: RU II (Dumai), RU III (Plaju), RU IV (Cilacap), RU V (Balikpapan), RU VI (Balongan) dan RU VII (Sorong).
Selanjutnya, Pertamina juga mengoperasikan Unit Kilang LNG Arun (Aceh) dan Unit Kilang LNG Bontang (Kalimantan Timur). Sedangkan produk yang dihasilkan meliputi bahan bakar minyak (BBM) seperti premium, minyak tanah, minyak solar, minyak diesel, minyak bakar dan Non BBM seperti pelumas, aspal, Liquefied Petroleum Gas (LPG), Musicool, serta Liquefied Natural Gas (LNG), Paraxylene, Propylene, Polytam, PTA dan produk lainnya.
Selain itu Direktorat Gas, Energi Baru dan Terbarukan mengelola bisnis Gas, Power, dan NRE sebagai core business Pertamina untuk memperkuat business positioning dan daya saing, mengoptimalkan profit serta mendukung business sustainability Perseroan. Strategi:
1. Mengembangkan penguasaan pasar Gas, Power, dan NRE dengan mengamankan sisi pasokan, serta meng-create dan memperluas pasar untuk mengembangkan skala bisnis melalui optimalisasi bisnis eksisting dan penguasaan resources baru.
2. Ekspansi pasar baru untuk mengakselerasi bisnis Direktorat GEBT di bidang Gas, Power, dan NRE
3. Mengembangkan resources dan bisnis baru sebagai new growth engine
4. Ekspansi pasar baru untuk mengakselerasi bisnis Direktorat GEBT di bidang Gas, Power, dan NRE
5. Mengembangkan resources dan bisnis baru sebagai new growth engine.
Pengolahan
Bisnis Pengolahan PERTAMINA memiliki dan mengoperasikan 6 (enam) buah unit Kilang dengan kapasitas total mencapai 1.046,70 Ribu Barrel. Beberapa kilang minyak seperti kilang UP-III Plaju dan Kilang UP-IV Cilacap terintegrasi dengan kilang Petrokimia, dan memproduksi produk-produk Petrokimia yaitu Purified Terapthalic Acid (PTA) dan Paraxylene.
Beberapa Kilang tersebut juga menghasilkan produk LPG, seperti di Pangkalan Brandan, Dumai, Plaju, Cilacap, Balikpapan, Balongan dan Mundu. Kilang LPG P.Brandan dan Mundu merupakan kilang LPG yang operasinya terpisah dari kilang minyak, dengan bahan bakunya berupa gas alam.
Kilang Minyak UP IV Cilacap menghasilkan Lube Base Oil dengan Group I dan II dari jenis HVI- 60, HVI - 95, HVI -160 S, HVI - 160 B dan HVI - 650. Produksi Lube Base Oil ini disalurkan ke Lube Oil Blending Plant (LOBP) di Unit Produksi Pelumas PERTAMINA yang berada di Jakarta, Surabaya dan Cilacap untuk diproduksi menjadi produk pelumas, dan kelebihan produksi Lube Base Oil (exces product) dijual di pasar dalam negeri dan luar negeri.
"Sejak April 2008, Pertamina bersama dengan SK Corp dari Korea, telah memproduksi Lube Oil Base Group III dari LBO Plant yang berada di Kilang UP II Dumai. Jenis Lube Base yang dihasilkan adalah type 100-N dan 150-N. LBO ini akan menjadi produk unggulan internasional Pertamina di pasar pelumas."
Di samping kilang minyak di atas, PERTAMINA memiliki 2 (dua) Operating Company, PT Arun LNG yang mengoperasikan kilang LNG di Arun dan PT Badak LNG yang mengoperasikan kilang LNG di Bontang. Kilang LNG Arun dengan 6 (enam) buah train LNG memiliki total kapasitas 12.5 Juta Ton per tahun, sedangkan, Kilang LNG Badak di Bontang dengan 8 (delapan) buah train LNG memiliki total kapasitas mencapai 22,5 Juta Ton per tahun.
Kapasitas Kilang Pertamina
NO Unit Pengolahan Kapasitas
( MBSD )
1 UP II Dumai 170.0
2 UP III Plaju 133.7
3 UP IV Cilacap 348.0
4 UP V Balikpapan 260.0
5 UP VI Balongan 125.0
6 UP VII Kasim 10.0
Pemasaran Dan Niaga
Pemasaran BBM Retail merupakan salah satu fungsi di Direktorat Pemasaran dan Niaga yang menangani pemasaran BBM retail untuk sektor transportasi dan rumah tangga. Pertamina melakukan pemasaran BBM Retail melalui lembaga penyalur Retail BBM/BBK yang saat ini tersebar diseluruh Indonesia, seperti SPBU (Statiun Pengisian BBM Untuk Umum), Agen Minyak Tanah (AMT), Agen Premium & Minyak Solar (APMS), serta Premium Solar Packed Dealer (PSPD).
Saat ini Pertamina sedang berbenah untuk melakukan transformasi di segala bidang, termasuk di fungsi Retail Outlet SPBU. Upaya yang dilakukan dalam perubahan tersebut adalah pemberian standarisasi pelayanan SPBU Pertamina. Pertamina berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan istilah Pertamina Way. Penjabaran Pertamina Way adalah STAF, KUALITAS DAN KUANTITAS, PERALATAN DAN FASILITAS, FORMAT FISIK dan PRODUK DAN PELAYANAN. Pertamina Way merupakan standar baru yang diterapkan untuk seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU Pertamina) di seluruh Indonesia kepada konsumen baik dari segi pelayanan, jaminan kualitas dan kuantitas termasuk kenyamanan di lingkungan SPBU.
SPBU yang telah sukses menerapkan Pertamina Way berhak mendapatkan Sertifikasi Pasti Pas, setelah dinyatakan lolos oleh auditor independen bertaraf Internasional.
Produk Dan Layanan
Produk Kami Informasi seputar produk — produk PERTAMINA di sektor hilir yang terdiri dari Bahan Bakar Minyak (BBM), Non BBM, Gas, Petrokimia, dan Pelumas.
Bahan Bakar Minyak (BBM)
Produk BBM yang terdiri dari :
-Minyak Bensin
-Minyak Tanah
-Minyak Solar
-Minyak Diesel
-Minyak Bakar
Bahan Bakar Khusus (BBK)
Produk BBK yang terdiri dari :
-Aviation Gasoline (BBM pesawat udara)
-Aviation Turbine Fuel (BBM pesawat udara ber-turbin)
-Bio Pertamax
-Bio Solar
-Pertamax
-Pertamax Plus
-Pertamina Dex
-Pertamax Racing
-Premium
Bahan Bakar Subsidi
Produk Bahan Bakar Subsidi yang terdiri dari :
-Bio Solar
-Premium
Non BBM
Bahan bakar bukan minyak yang terdiri dari :
-Aspal
-Pelumas (Lube Base Oil)
-Pelarut (Solvent)
-Green Coke
-Calcined Coke
-Slack Wax
-Heavy Aromate
-Sulphur
Gas
Terdiri dari LPG (Liqueified Petroleum Gas), BBG (Bahan Bakar Gas), Musicool (Pengganti CFC yang ramah lingkungan).
-Fuel Gas
-Liquid Petroleum Gas
-Musicool
Petrokimia
Berbagai produk petrokimia PERTAMINA
-Asam Tereftalat Murnis
-Benzene
-Paraxylene
-Polytam
-Propylene
Pelumas
Memberikan informasi tentang produk-produk pelumas PERTAMINA berdasarkan kegunaannya:
-Air Cooled Motorcycle or Small Engine Oil
-Automatic Transmission & Manual Transmission Oils
-Circulating Oils
-Grease
-Heat Transfer Oils
-Heavy Duty Diesel Engine Oils
-Industrial and Marine Engine Oils
-Industrial Compressor Oils
-Industri Pelumas Hidrolik
-Industri Pelumas Turbin
-Industri Pelumas Gear
-Pelumas Mesin Gas Alam
-Pelumas Mesin Mobil Penumpang
-Pelumas Diesel Mobil Penumpang
-Pelumas Powershift & Hydraulic Untuk Alat Berat
-Pelumas Pendingin
-Produk Khusus
-Pelumas Mesin Kecil Berpendingin Air
A.
Strength (Kekuatan)
Kekuatan
internal pada PT. PERTAMINA (Persero):
1.Menyediakan
produk yang berkualitas tinggi
Produk dari
PERTAMINA sudah memiliki pengakuan dari dunia internasional. Diantaranya produk
oli dari PERTAMINA yang sudah memiliki sertifikat ISO.
2.Memiliki
pelayanan yang baik Untuk pelayanan, sudah dapat mendistribusikan produknya ke
seluruh penjuru Indonesia bahkan sampai ke daerah-daerah terpencil.
3.Sumber
daya manusia yang handal SDM di PT PERTAMINA (PERSERO) merupakan orang-orang
yang sudah profesional di bidangnya. Memiliki kemampuan dan pengalaman yang
sudah teruji. Selain itu pelatihan dan seminar yang berhubungan dengan dunia
bisnis banyak diikuti oleh para karyawan, yang dapat meningkatkan ilmu
pengetahuan dan kemampuannya.
4 Pengalaman
di bidang migas. PERTAMINA sudah bergerak di bidang migas di indonesia sejak
tahun 1968. Dengan pengalaman yang cukup lama di bidang migas, faktor ini dapat
menjadi salah satu nilai tambah. Pengalaman dan pengakuan dari dunia
internasional berhubungan dengan dunia migas menjadikan PERTAMINA cukup
disegani dibidang migas.
5.Penggunaan
teknologi informasi yang terintegrasi Teknologi informasi di PERTAMINA sudah
terintegrasi dan mendukung proses bisnis perusahaan. Dengan adanya Divisi SBTI,
ini menunjukkan adanya kepedulian yang cukup tinggi dari pihak manajemen untuk
mengembangkan teknologi informasi.
6. Penjualan
produk relatif mudah, karena brand/merk Pertamina sangat kuat dan menguasai
pangsa pasar LPG.
7. Perusahaan
merupakan pelopor jenis usaha jasa yakni LPG Pertamina.
8. Salesman
Perusahaan dapat diandalkan dan sudah teruji selama 5 tahun.
9. Kualitas
pelayanan kepada pelanggan memuaskan.
10. Dikelola
secara profesional, menghindari benturan kepentingan, tidak menoleransi suap,
menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas seta berpedoman pada asas-asas
tata kelola korporasi yang baik.
B. Weaknesses (Kelemahan)
Kelemahan
internal pada PT. PERTAMINA (Persero):
1.Kurangnya
modal
Kendala
PERTAMINA saat ini adalah kekurangannya modal dalam hal kegiatan eksplorasi dan
eksploitasi sumber daya alam, sehingga pihak manajemen membangun kerjasama
dengan pihak asing untuk melakukan tersebut.
2.Masalah
birokrasi yang menghambat kinerja
Birokrasi
yang terlalu rumit menghambat proses pengambilan keputusan karena terlalu
banyak waktu yang terbuang untuk menjalankan suatu keputusan.
3. Penempatan
karyawan yang tidak sesuai dengan kemampuan
Sumber daya
manusia di PT. PERTAMINA banyak yang penempatan dan penggunaannya tidak
maksimal sehingga menggurangi efektifitas dan efisiensi perusahaan.
4. Jumlah
armada yang kurang
Peningkatan permintaan
pasar yang membutuhkan arus distribusi barang yang tinggi dapat terhambat
dengan kurangnya jumlah armada pengangkut barang yang ada sekarang ini.
5. Ketergantungan
pasokan pada satu pemasok, sehingga apabila terjadi keterlambatan pasokan produk
akan mengganggu operasional perusahaan.
6. Ketergantungan
pasokan pada satu pemasok, sehingga apabila terjadi keterlambatan pasokan
produk akan mengganggu operasional perusahaan.
7. Pada saat
Perusahaan mulai berkembang mengalami kekurangan modal kerja, sehingga tidak
dapat melaksanakan sistem Iron Stock (Persediaan Minimum).
8. Hasil
produksi mengakibatkan limbah yang sangat merugikan bagi masyarakat sekitar.
9. Masih
minimnya alat-alat produksi sehingga hasil bahan mentah masih harus diolah
kembali ke luar negeri untuk menjadi minyak matang.
10. Masih
banyak SDM yang belum terampil sehingga harus dilatih agar bisa mengolah
sendiri
Sekian dan Terima Kasih.
Referensi
http://www.pertamina.com/